Seorang Profesor yang berasal dari University Kent United Kingdom Durrell Institute of Conservation and Ecology Prof. Douglas C. MacMillan BSc, MS, PhD mengunjungi Desa Harapan Jaya di kecamatan Tempuling Kab Indragiri Hilir Riau. Kunjungan ini juga melibatkan teman-teman dari Global Environment Centre (GEC) dari Malaysia yaitu Azura dan Yun. Kehadiran teman-teman ini difasilitasi langsung oleh Yayasan Mitra Insani diwakilkan oleh saya dan Dodi.

Dikunjunginya Harapan Jaya karena desa ini merupakan salah satu site SEApeat project yang ada di Riau. Sehingga korelasi kedatangan profesor dan teman-teman GEC ini dalam rangka melihat dan berdiskusi secara langsung dengan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas terkait kondisi terkini desa tersebut. Lebih spesifiknya adalah Development of Financing and Incentives Options for Sustainable Management of Peatland Forests in Southeast Asia.

(10-11/11) 2011 adalah waktu kunjungan ini. Tiba di malam jumat, tim ternyata sudah dinanti oleh aparat desa. Diskusi ringan menyambut kehadiran kami. Esok harinya tim rombongan bersama segenap perangkat desa melihat langsung kondisi kawasan gambut yang sudah terdegradasi akibat pembangunan parit-parit yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat oleh pemerintah dahulunya.

Tanggapan profesor tersebut sangat meyakinkan masyarakat bahwa sangat diperlukan perbaikan dan perubahan sesegera mungkin untuk keberlanjutan tanaman padi masyarakat agar tidak terkonversi menjadi perkebunan kelapa sawit warga. namun semuanya tergantung kepada pemberi dana apakah harapan jaya akan menjadi salah satu site project SEApeat project di Riau.

Sangat mengerikan mendengar keluhan masyarakat bahwa tidak terlibatnya masyarakat dalam pembangunan parit-parit yang berjumlah hampir lebih kurang 16 parit ini. karena pembangunan tersebut berdampak terhadap pengelolaan kawasan yang carut marut. Belum lagi permasalahan tata batas lahan desa dengan PT Suamtera Riang Lestari salah satu member dari APRIL Group.