Tepat pada Oktober 2011 yang lalu, "we are moving on to New House" usually we called the house with "White House", kenapa? Karena kami kasih warna "putih" untuk rumah ini. Bukan mau ikut-ikutan dengan kantornya Pak Obama kali... Rumah ini aslinya type 36 dengan skema Rumah Sangat Sederhana + Sekali...... tapi saya sulap menjadi type lebih tinggi karena terdapat kelebihan tanah, ga jelas sekrang type nya berapa? ..... Ntar kalau ketemu sama arsitektur ditanyain lagi......

Panjang kisah untuk nyulap rumah ini sampai jadi seperti sekarang, duka dan suka bersama para tukang dan mandornya yang masih teman SMU dulu di Siantar. Namun walau demikian semua sudah selesai, satu yang pasti tak akan terlupa. Sewa kontrakkan rumah lama ternyata sudah diakhiri, karena si tukang sudah berjanji akan menyelesaikan rumah ini tepat pada akhir September 2011. Sementara kontrakan rumah akan habis pada 10 Oktober 2011. Kudung sudah sepakat dengan yang punya rumah dan sudah diamini dengan si tukang ya kesepakatan pun diambil dengan langkah pasti. Wah ternyata, tepat di awal Oktober 2011, ternyata kondisi rumah belum terlihat sempurna dan siap untuk didiami, akhirnya putar otak untuk tekan sana sini, baik si pemilik kontrakan mapun si tukang. Ha ha ha..... ngeri euy.... Akhirnya dengan terpaksa tepat pada pertengahan Oktober 2011 resmi sudah kami bertempat tinggal di rumah baru ini, ya walaupun kepemilikan atas rumah ini masih 50-50, maklum masih pake sistem kredit pak...... Dengan kondisi rumah yang masih 30% belum rampung, dan si tukang sudah tidak datang lagi, akhirnya saya, mimi serta Ibu dan adik saya bekerja bersama menyelesaikan yang belum terselesaikan. Alhamdulillah jadilah saat ini seperti yang tertera di photo.

White House ini berada di Perumahan Melati Ayata 4 (di depan perumahan terdapat besar plang nama perumahannya) lokasi pastinya di Blok B Nomor 4. Rumah ini sangat unik, karena Mimi mau punya dapur tepat di depan, jadinya kita kasih maunya mimi, dapurnya tepat di depan dengan lokasi di bangunan baru yang ditambah. Terdapat 3 Kamar Tidur, 2 Kamar Mandi, 1 Ruang Tamu dan Ruang Keluarga. Pokoke asri dech. Belum lagi kalau teman-teman lihat tamannya.....

Ulang tahun ZIZI pada umur 2 tahun kita sudah rayakan di Rumah ini pada 29 November 2011 yang lalu. Sedikit sejarah rumah ini, dulunya mendiang Eyang Kakung pengen lah punya sesuatu di Pekanbadu untuk masa tua, jadi dibeli lah rumah. Namun belum sempat rumah terseleaikan, Eyang Kakung sudah dipanggil sama Allah. Akhirnya, seluruh biaya yang dikeluarkan saya ganti, dan jadilah rumah ini menjadi tanggung jawab saya.

Banyak sudah memori yang sudah terbangun selama 1 tahun ini (sekarang Agustus 2012-red), mudah2an masih ada rezeki untuk memperbaiki dan memperindah semua yang ada di dalam white house ini. Semoga....

Memasuki bulan suci Ramadhan 1433 H atau yang bertepatan pada Juli - Agustus 2012, tidak hanya artis, politikus, pejabat, publik figur atau siapa pun yang mendadak dangdut merubah tampilan mereka agar lebih religius. Maklum marhaban ya ramadhan "selamat datang bulan ramadahan | Selamat menunaikan ibadah puasa". Semua orang berlomba-lomba mencoba memberikan image positif, walau terkadang hanya segelintir orang saja yang memang menemukan panggilan-Nya, selebihnya hanya mengikuti trend saja.....

Beda dengan Putri kesayanganku,,, "ZIZI" kalau ini benar-benar ajaran, ajakan atau ikut-ikutan... wah aku juga ga tahu. Tapi yang pastinya senang aja liat dia, mulai menaruh sedikit perhatian dan kepedulian ketika Papa and Mimi nya melaksanakan ibadah sholat, Zizi nya pun ikut-ikutan. Walau kadang ketika diajak dianya sesekali kagak mau, tapi kalau lagi niat, wiiuuuh niat banget tanpa disuruh-suruh sudah nangkring duluan di depan sajadah berwarna coklat.

Sampai akhirnya, Papa & Mimi membelikan Mukenah "telekung" baru untuk Zizi. Tentunya dengan warna kesukaan Papa nya, waran Kuning uey....... Liatlah dia putri ku tersayang, bangga dan senang bisa mengajarkan agama dan kepercayaan kepada diri nya sedari dini tanpa ada paksaan, biarkan dia akan memilih pilihan kepercayaan nya sendiri namun tetap saja harus dibimbing oleh orang tua agar tidak sesat.

Jadi, balik lagi pada trend Ramadhan kalau orang pada ikutan, kalau Zizi ini apaan ya? Tapi yang penting ada hikmah dan manfaat dibaliknya.... Wassalam

Segala macam bentuk dari aktivitas pekerjaanku membuat kehadiran di tengah keluarga kecil ku menjadi sangat terbatas, ya walaupun tidak terus menerus. Namun kalau dalam porsi yang sangat super padat bisa jadi semuanya tidak punya waktu lagi. Ya beberapa pengorbanan berbuah hasil yang sepadan, namun tidak jarang juga sama sekali tidak ada hasilnya. Pantas saja wong kerjanya juga "sosial kepada masyarakat", He ha hi hu he.....

Walapun demikian, keluarga kecil ku ini selalu saja mencoba memberi perhatian dan pedulian. Hanya saja kadang-kadang selalu penuh emosi, maklum kalau "mantan pacar" yang sekarang menjadi istri ku tersayang dalam posisi yang tidak stabil emosi nya, wah bisa jadi kacau-kacau kita di rumah.... tapi tidak seperti yang teman-teman bayangkan -): semuanya masih dalam posisi aman dan terkendali, karena apa, karena kami saling mengharagai satu sama lainnya...

lanjut dengan seringnya jejak kaki ku berada di mana-mana, yang artinya tidak sedang berada di rumah karena tuntutan profesi, sering ingat akan kalian (Istri dan Anak Perempuan Ku), mengingat kalian selalu memberikan arti bagi semangat juang untuk ku.

Pastinya suatu nanti, entah kapan yang pasti selalu menjaga api "semangat" itu selalu masih ada, semua yang diperjuangkan akan membuahkan hasil yang berarti bagi umat manusia. Dan mengingat kalian akan menjadi moment yang paling terindah.

Dan special untuk mantan pacar ku, selalu beri arti yang terindah dan nikmati hidup apa adanya dengan diriku sampai kapan pun akan menjadi sejarah buat anak-anak kita kedepannya.

Bicara soal life style apalagi lebih spesifik terhadap gaya stelan baju, celana dan sepatu dari dulu papa mu ini nak tak pernah berubah. Selalu senang dengan apa yang nyaman dan santai dipakai. Tapi ada beberapa hal yang selalu menjadi kebutuhan papa untuk tampil apadanya. Dan stelan ini dari dulu papa SMU sekitar taon 1998 sampai saat sekarang masih tetap sama.

Kalau untuk urusan celana, tak lepas dari namanya celana Jeans. Namun bukan sembarang jeans, selalu ada ciri khas cutbray (potongan bawah agak sedikit lebih besar dari pada atas. Layakanya mode taon 60-an lah. namun ini berbahan jeans. Ada satu waktu mimi selalu bertanya pada papa, mau beli jeans cutbray juga sekarag? mana ada lagi lah pa yang jualnya...... walaupun begitu, karena itulah mimi dulunya naksir papa mu nak. ha ha ha ha ha.....

Stelan baju, ga pernah ribet. selalu santai dengan baju kaos oblong yang sedikit ngepas. Biar dibilang fungky jungkie...... tapi sedikit berebda tampilan dan corak bajunya... selalu identik dengan style papa yang selalu ingin tampil beda. dan cover selalu yang menjiwai ciri khas sesuatu yang menarik... semisalnya baju-baju kampanye penyelmatan lingkungan, kalau enggak identitas sebuah kota yang pernah papa kunjungi atau yang bersifat nasionalis.

Sepatu.... jangan ditanya...!!! selalu tampil sesuai dengan sepatu kets... dulunya ada aja yang selalu ingin papa beli,... yaitu merek converse. jangan salah, kalau yang baru kagak pengen, karena modalnya kurang... tapi selalu berusaha dan nguber-nguber produk second hand (pj di pekanbaru, kalau di siantar "monza")Sampai sudah sedikit usang, selalu papa pakai. karena menurut papa semuanya memiliki memory khusus. kalau urusan begini, slalu saja mimi zizi yang marah-marah "macam tak mampu beli septu baru aja papa ini!"


Special untuk zizi, jangan pernah melihat sesuatu style dengan harganya namun sesuaikan dengan kemampuan dan yang terpenting selalu nyaman dan santai kalau dipakai. oke my zizi!

Seorang Profesor yang berasal dari University Kent United Kingdom Durrell Institute of Conservation and Ecology Prof. Douglas C. MacMillan BSc, MS, PhD mengunjungi Desa Harapan Jaya di kecamatan Tempuling Kab Indragiri Hilir Riau. Kunjungan ini juga melibatkan teman-teman dari Global Environment Centre (GEC) dari Malaysia yaitu Azura dan Yun. Kehadiran teman-teman ini difasilitasi langsung oleh Yayasan Mitra Insani diwakilkan oleh saya dan Dodi.

Dikunjunginya Harapan Jaya karena desa ini merupakan salah satu site SEApeat project yang ada di Riau. Sehingga korelasi kedatangan profesor dan teman-teman GEC ini dalam rangka melihat dan berdiskusi secara langsung dengan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas terkait kondisi terkini desa tersebut. Lebih spesifiknya adalah Development of Financing and Incentives Options for Sustainable Management of Peatland Forests in Southeast Asia.

(10-11/11) 2011 adalah waktu kunjungan ini. Tiba di malam jumat, tim ternyata sudah dinanti oleh aparat desa. Diskusi ringan menyambut kehadiran kami. Esok harinya tim rombongan bersama segenap perangkat desa melihat langsung kondisi kawasan gambut yang sudah terdegradasi akibat pembangunan parit-parit yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat oleh pemerintah dahulunya.

Tanggapan profesor tersebut sangat meyakinkan masyarakat bahwa sangat diperlukan perbaikan dan perubahan sesegera mungkin untuk keberlanjutan tanaman padi masyarakat agar tidak terkonversi menjadi perkebunan kelapa sawit warga. namun semuanya tergantung kepada pemberi dana apakah harapan jaya akan menjadi salah satu site project SEApeat project di Riau.

Sangat mengerikan mendengar keluhan masyarakat bahwa tidak terlibatnya masyarakat dalam pembangunan parit-parit yang berjumlah hampir lebih kurang 16 parit ini. karena pembangunan tersebut berdampak terhadap pengelolaan kawasan yang carut marut. Belum lagi permasalahan tata batas lahan desa dengan PT Suamtera Riang Lestari salah satu member dari APRIL Group.